CINTA PERTAMA


Kata nenek moyang sih, “Cinta pertama sulit untuk dilupakan”. Nenek moyang yang mana coba? Nenek moyangku orang pelaut. Berarti masih sodaraan sama Popeye The Sailorman atau Usagi Sukino si Sailormoon. Hehe.

Ada benarnya juga sih. Saya juga mengalami cinta pertama yang sulit untuk dilupakan. Cinta pertama saya di kampus, di Fakultas Pertanian. Lebih tepatnya sih, “Love at the first sight”. Selama keberjalanan cinta saya itu gak jauh beda kayak yang di sinetron-sinetron. Menghadapi berbagai tantangan, larangan, tak mendapat restu, cercaan, ujian, remidi, KHS-an, sampai KRS-an, hihi. Ya, namanya cinta pertama pastinya godaannya masih banyak. Apalagi putus nyambung, putus nyambung. Bukan karena gak ada sinyal. Tapi karena gak ada pulsa. Tapi untuk sekarang saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada sponsor cinta saya, yaitu Telkomsel. Terutama Kartu AS. Dari kartu AS saya belajar arti kesetiaan. Dan barangsiapa yang setia pasti akan bahagia (prettt). Terbukti bahwa sejak muda dan “pencilakan” saat SMA, saya sudah memakai kartu AS dengan nomor 085233xxxxxx. Sampai sekarang saya tetap bertahan memakai kartu AS ditengah-tengah era globalisasi dan teknologi informasi ini.  Tak pernah terbersit di pikiran saya untuk berpindah ke lain hati. Luar biasa. The Power of Love.

Setahun terakhir ini kartu AS ada program gratis 1000 sms tiap hari. Hal tersebut tidak dipungkiri berdampak positif pada keberjalanan cinta saya. Sangat berguna untuk orang-orang seperti saya yang sibuk menebar sms jarkoman dan tausiyah. Tengkyu banget buat kartu AS, oleh karena itu saya akan meminta mas Rio Febrian menyanyikan lagu spesial sebagai tanda terimakasih saya ,”Aku bertahan, kar’na ku yakin cintaku kepadamu… uwoo.. aye…uhuk, uhuk, petok, petok, (lho?). Dan kebahagiaan saya menjadi bertambah ketika KLANTINK menjadi bintang iklan kartu AS bersama Sule dan Riyanti Carthwright. Pokoke mas Wawan joss tenan. Setelah sebelumnya bang Ridho Rhoma dan papa Rhoma Irama juga membintanginya (^_^)v  (Ridho Rhoma Fans Community, he , ngasal). Lebih heboh lagi ketika beberapa minggu terakhir ini ternyata SM*SH menjadi bintang iklan kartu AS. Wow, suka. Senang, riang, hari yang kunantikan\ (^_^)/, kartu AS know me so well banget gitu loh. Buat yang lain jangan ngiri ya, hehe.

Kembali ke cinta pertama. Hm, menjalin cinta saat di kampus memang udah beda banget dengan SMA. Lebih banyak saingan dan tantangan. Tapi saingannya di sini sebagai motivasi untuk lebih baik. Paling parah ya ketika kesetiaan cinta saya di uji. Kecemburuan, ketidakpercayaan, kejenuhan, ketidakjujuran, ketidakseimbangan, pokoknya yang ke-an, ke-an gitu deh. Sempat putus nyambung. Lari dari kenyataan. Menghilang dari peredaran. Mogok untuk membersamainya…

Ketika tak ada di sisinya ternyata ada yang kurang. Kepikiran. Cenat-cenut. Cemal-cemil. Huft. Seribet apapun masalah dengannya, sesakit apapun hati ini (wadaw), ujung-ujungnya juga kembali padanya. Entah,,, ada yang tak termaafkan pada diri ini ketika meninggalkannya. Jatuh bangun untuk tetap setia memang sulit. Kadang sering menyalahkan diri ini saat menyadari bahwa banyak waktu yang terlewatkan untuk tiap hari bersamanya. Sering mengeluarkan kata-kata= “ aduh, aku sibuk”;  “Maaf aku capek”; “ Sorry, aku gak bisa”; atau “Bentar ya, lagi gak mood nih”, bahkan “Besok saja, ya”. Pastinya dia kecewa. Yang aku tahu, orang-orang yang setia membersamainya akan selalu menguatkannya. Karena dia sangat “Luar biasa”.

Tiga setengah tahun bersamanya ternyata memang memberi arti luar biasa bagi saya. Tak pernah menyesal dipertemukan dengannya. Darinya saya banyak belajar kepercayaan, kebersamaan, saling berbagi, pengertian, kesetiaan, peka, tepat waktu dan lain-lain. Ya, tepat waktu. On time itu penting. Agar tak ada janji yang teringkari. Karena cinta tak mengenal jam karet (hiyaaa).

Hmmm, cinta. Meskipun saya bukan siapa-siapa baginya, namun saya gak akan melupakannya. Ketika “maaf” ini tidak lagi cukup untuk menebus rasa bersalah atas segala janji yang pernah teringkari,maka  apalagi yang bisa dilakukan untuk membayarnya? Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan lagi untuk bersamanya. Mungkin tidak bisa seperti dulu lagi yang bisa ikut kemanapun dia pergi ataupun mendampinginya. Masih bisa bersamanya, namun akan lebih banyak melihat apa yang dia lakukan dan memberikan support . Dia akan semakin tumbuh dewasa bersama orang yang setia padanya. Tentunya akan semakin dibijak-kan oleh masalah dan akan lebih matang untuk menjalani hari-harinya

-RINDU-

Cinta ini telah berganti episode

Menyadari bahwa telah terlalu tua untuk bersamanya

Namun, diri ini akan tetap tersenyum ketika melihatnya

Ketika rindu untuk 24 jam disisinya

Maka aku hanya bisa mengenang dan berkata : “Bersamamu aku bahagia”

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..Hati sempat bergejolak kawula muda. Bendungan di mata ambrol, tapi tidak menyebabkan mata berkunang-kunang, panas dalam, tenggorokan kering ataupun bibir pecah-pecah.  Bahwasanya sudah saatnya, dan sudah suratan bahwa kini saya harus bersama yang lain. Memulai cinta yang baru dengan dunia yang baru.

Hehe. Ceritanya aneh, ya. Ditulis dengan segala emosi. Ketika cereberum saya penuh kata-kata yang berloncatan, akhirnya keluar kayak gini deh. Kadang lebay, mbanyol, garing, lembut, sensitif, komunikatif, efisien dan efektif. Maklum saja. “Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika.”

 Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh, cerita, tempat dan kejadian. Karangan ini hanyalah karangan saya belaka. Apabila ada kekurangan mohon ditambahi dan apabila ada kelebihan mohon dikembalikan.

 Solo, 11 Februari 2011, 22:37 WIB

 Wisma QQ Tungga Dewi, Kamar No. 19 Lantai 2

 

“Sebuah catatan, persembahan untuk cinta pertama saya di Fakultas Pertanian UNS= FUSI”

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: