MENUJU PUNCAK…. (Part: Misteri dibalik hilangnya suara Kadiv Treasury SIM UNS)


WARNING:

  1. Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Ada kurangnya mohon ditambahi dan ada kelebihan mohon dikembalikan.
  2. Kesamaan nama, tempat, waktu, tokoh dan kejadian memang disengaja.
  3. Bagi yang belum beruntung menjadi tokoh utama dalam cerita saya, jangan khawatir. Gosok terus kupon-nya.
  4. Maaf kalau judulnya gak nyambung dengan ceritanya. Pura-pura nyambung gitu ya, okey.

Tanggal 30 April dan 1 Mei saya punya hajat besar. Tepatnya adalah agenda divisi saya yaitu Workshop dan Test TOEFL.

Segala persiapan sudah banyak saya lakukan. Persiapan mental, spiritual dan material misalnya semen, pasir, batu bata dan gula jawa (lho?).

Jum’at 29 April 2011 saya masih baik-baik saja. Masih tetap sehat, tetap semangat, tetap hemat dan tetap mbayar (sesuai dengan jargon saya).

Tapi suddenly, tiba-tiba, mak bedunduk, tanggal 30 April 2011 pagi “ I lost my voice” oh. No……..

Wah, pas hari H acara pula, huhu… T_T…..

Akhirnya berangkat menuju Fakultas Teknik.  Sampai di sana masih sepi. Lho katanya jam 6. Melihat sekelebat sosok berjilbab ternyata Woro.

Dengan sekuat tenaga akhirnya memanggil “Woro…. Dan 2 kali panggilan Woro baru menoleh….

Tak lama kemudian Thiara, Fairuz, Mamel, Pak Tatang dan para pendekar SIM  pada datang.

Suara saya memang hilang. Digodain fairuz “Mbak, suaranya digadaikan ke Siti Nurhaliza ya,’’hehe.

Atau kalau yang lain pada bertanya kenapa suara saya hilang maka jawaban saya adalah “Iya, maklum kemarin habis ngisi tausiyah di pernikahan-nya pangeran William dan Kate Middelton,” ngasal banget.

Selingan:  Aldina dan Arnida (staf divisi criticism) jadi peserta workshop dan test toefl. Entah mengapa mereka pakai baju warna unyu-unyu (baca:ungu). Padahal ini bukan saatnya konser Justin Beiber.

Untungnya saya tidak bertugas memberi sambutan meskipun saya yang punya hajat. Kalau dapat jatah membei sambutan, wah, mati gaya banget.

Tapi akhirnya memang mati gaya. Gara-gara nama saya jadi CP pendaftaran yang selalu dapat sms dari penggemar (peserta maksudnya) yang notabene pada belum tau wajah saya, kecuali yang udah pernah bayar DP.  Waktu itu saya lagi nyamperin Visiyo apa Ghufron apa Fendi atau siapa ya, yang jaga presensi di bagian putra. Entah saya ngomong apa gitu, eh, salah satu peserta putra yang lagi presensi pun menoleh ke saya dan berkata “Oh, ini to yang namanya mbak mega”. Dengan suara serak-serak gambreng saya menjawab “Iya, mas, kenapa?,”. eh, mas-nya Cuma senyum. Pasti mas-nya kaget liat sesosok cewek dengan suara bass yang serak-serak gambreng. Ilfil mungkin. Dan saya mati gaya. We😛.

Tahukah teman-teman misteri dibalik hilangnya suara saya? Tersangka kuat alias dalang dibalik kejadian ini cuma 1. Yang jelas bukan pak manteb. Karena pak manteb lagi manggung (lho), atau pak manteb masih sibuk dengan usaha kuliner bakar-bakaran didekat Thiong Thing, hiyaaaaaa.

Menurut referensi yang saya dapat, bahwa setelah, mengingat, menimbang, dan menggendong maka diputuskan satu tersangka yang dalam hal ini kita samarkan. Sebut saja “Paklik” (bukan nama sebenarnya).

Landasan Teori:

Jum’at 29 April 2011 sekitar pukul 17.05 saat gladi bersih di MM FT, paklik membawa 3 bungkus es tebu. Satu bungkus diberikan ke saya. Dengan hati riang gembira saya meminumnya. Dan paklik sudah habis 1 bungkus (emang, dia penampungan makanan dan air). Sedangkan saya masih seperempat bungkus. Masih sisa 1 bungkus. Mau diberikan ke siapa? Ada nikmah dan wahyu masih di dalam ruang MM.  kalau diberikan ke salah satu dari mereka ntar gak adil. Ya udah, akhirnya diputuskan untuk diminum oleh paklik. Masih kuat katanya. Tapi tiba-tiba muncul sosok Yuli Ardika Prihatama. Sama paklik ditawari es tebu, dia mau. Dan akhirnya dia minum es tebu juga.

Intinya yang minum es tebu ada 3 orang: paklik, saya dan yuli ardika. Tapi kenapa yang hilang hanya suara saya????

Hari sabtu mau meng-interogasi paklik. Tapi dia ada tugas Negara, yaitu wawancara PMW.  Okelah, menunggu sampai hari ahad.

Sabtu malam masih lembur update peserta yang pada gak datang. Jadi pada ikut gak sihhhh!!!! Sms-in semua aja.  Mumpung gratis. Emang deh kartu AS “KNOW ME SO WELL” banget gitu loh. Ada yang bales ada yang enggak. Bagi yang gak bales memang mungkin karakter orangnya bukan pendendam, jadi gak suka bales.

Ahad pagi….

Ya Rabb…. Suara tambah ilang. Agak telat datang ke FT. baru aja nyampai di lantai 2 ada sms masuk dari pak tatang “Ayo buk, udah siang”. Wahyu juga sms “mbak mega ayo”.  Hehe, dan dengan tampang tak berdosa saya masuk ruang MM FT. Mbak heny juga sudah datang.

Selingan: Si Heru Edi Kurniawan memang sudah bekerja sesuai dengan talenta yang dia miliki. Dengan memakai t-shirt berkerah, trining (celana olahraga, entah nulisnya gimana, pokoknya kalau dibaca jadi treneng) dan sepatu olahraga. Dia dengan lihai memegang pel dan menggosok lantai depan ruang MM. Inilah pemuda yang dicari. Pemuda masa kini, di era informatika dan globalisai yang menerjang dan Heru bisa bertahan. Luar biasa. Apa sih tips-nya?

Dibantu Thiara, Zakaria, Fairuz, Wahyu, Nisa. Menggunting dan menempelkan nomor kursi. Mengarahkan dengan isyarat, mulut terbuka tapi gak ada suara yang keluar. Ha, diliatin pak Tatang. Tersenyum di atas penderitaan orang lain (peace pak (^_^)v).

Akhirnya ada kesempatan untuk ngobrol dengan paklik. Berikut ini adalah obrolan sotoy antara saya dan paklik. Adegan ini dimainkan oleh ahli, tidak untuk ditiru. Pastikan jauh dari sumber api dan jangkauan anak-anak.

Saya : paklik, orang tua kamu jualan gorengan ya?

Paklik: iya, kok tahu?

Saya: habis, kau membuatku serak sih…

(cut, cut, cut, baca: kat, kat,kat). Kalau ini kan obrolan si Prengkhi, Zakaria dan Angga.

Ulangi

Saya : Paklik, gara-gara es tebu-mu  aku serak ni, gak punya suara

Paklik : apa,, wong saya gak apa-apa

Saya : jangan-jangan kamu mau meracuni saya, ya. Kamu iri sama kesuksesan saya, ya.

Paklik : iya…

Saya: pasti kamu suka nonton cinta fitri, jadi kamu menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan orang lain…

Paklik: memang, minuman itu telah saya racuni. Saya terinspirasi dari cerita putri salju.  Kalau nenek sihir memberikan apel pada putri salju, maka saya adalah kakek sihir yang memberikan racun lewat es tebu. Hahaha (tertawa bahagia)

Saya: Tidaaaaaaaaaakkkkkk, uhuk,uhuk, uhuk….. ternyata selama ini kamu memang bukan Paklik. Kamu adalah kakek sihir….

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Bagi para pengurus SIM yang mungkin sedang penat dan cenat-cenut karena kita memang lagi banyak agenda. Kadang kita perlu refresh sejenak. Jangan sampai seperti lilin, ya. Dia memang menerangi yang lain tapi akhirnya malah menghancurkan diri sendiri.

Jaga kesehatan teman-teman. Makan teratur banyak berolah raga. Jangan lupa untuk bersedekah. Jangan lupa tunaikan hak-hak orang lain. Okey.

Doakan suara saya segera kembali dan siap mengguncang sekre, hehe.

Semoga teman-teman tak bosan untuk selalu mendengarkan jargon saya:

Tetap sehat, tetap semangat, tetap hemat dan tetap mbayar  (Mega, 2011)

Kalau jargon saya tahun lalu adalah

Tetap sehat, tetap semangat, tetap bermanfaat, ciaaaaaatttttt (Mega, 2010).

Tunggu kisah selanjutnya dengan judul “SEMUA DEMI PRENGKHI” dalam part “INSYAALLAH” yang artinya,Insyaallah kalau lagi gak males ya ditulis, atau insyaallah akan dipublikasikan, hehe.

Terimakasih untuk semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan dari Divisi Keuangan.

Spesial terima kasih untuk anak-anak saya di Divisi Keuangan : Amalia Fitriana Rizki, Thiara Mardi, Nikmah Rahayu……. Bunda sayang kalian….

Dan semua panitia:  Wahyu Dwi H, Retnia Wulandari, Zakaria Husein, M.Yosef Ar Ridwani, Nandana Jonathan, Fairuz Fajrianti Nur….. Terimaksih pengorbanannya….

PHT 2007: Tatang Kukuh Wibawa (afwan pak direktur belum maksimal), Heru Edi Kurniawan (afwan belum bisa jadi patner yang baik), Rhestu Isworo (Bantuan anti sangat buanyak banget), paklik Tri Hariyana R (tanggung jawab es tebu-nya)….

Pengurus yang udah bantu-bantu: Angga Cahyaning Utami, Khoirun Nisa, Visiyo Desma Falahis, Abdul Hanif Indra P, Prenkhi  Sanjaya, Rizkina Fitriyani, Yuli Ardika Prihatama, Ghufron, Amrih Mahanani, Fithri Amalia, Ulfa Putri, Dian Chusna, Fendi, Vianna Ningsih, Erni Ratnawati……… Bulik sangat terharu T_T…..

Satu lagi buat kameranya Dito Haryu Danto yang sudah ikut mengabadikan momen-momen bahagia.

Ngawi, 3 Mei 2011 21:35 WIB

(mengumpulkan kembali nukilan energi yang tercecer disepanjang perjalanan)

Proses Interogasi Paklik

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: