Menjadi Pribadi Pemaaf


Menjadi pemaaf setelah menahan amarah. Kenapa menahan amarah saja tidak cukup? Karena dimungkinkan apabila hanya menahan marah, bisa jadi amarahnya masih terpendam dan akan meledak lagi.

Apabila ingin menjadi pemaaf, maka ingatlah dan lupakan 2 perkara, yaitu:

  • Ingatlah kebaikan orang lain dan lupakan kebaikan kita pada orang lain
  • Ingatlah keburukan kita, lupakan keburukan orang lain

Menjadi pribadi pemaaf yang tidak memilih-milih mana saja yang akan dimaafkan. Memberi maaf meskipun memiliki banyak waktu untuk membalas dendam. Berusaha mencontoh Rasulullah SAW yang berhati lembut, tidak keras, pemaaf, dan suka meminta maaf.

Semoga bermanfaat

Mozaik ilmu di Ramadhan tahun 2009

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: