Berangkat dalam keadaan berat ataupun ringan…


Bismillah.  Kemarin, Jum’at 30 September 2011 dapat undangan syuting. Hoho, syuro’ penting. Syuro’ Forum Komunikasi Departemen Litbang dan Kehumasan Biro AAI UNS. Kali ini yang dapet jatah jadi tuan rumah adalah DLK Fakultas MIPA.

Posisinya hari itu setelah ngasisteni praktikum sampai jam 8 trus pulang ke kost. Sampai di kost dan menunggu waktu dzuhur, eh, tiba-tiba datanglah rasa malas untuk ikut syuro’. Udah pewe di kost. Males keluar, apalagi mendung, semendung hatiku (uhuk..uhuk…).

Mulai mencari-cari alasan untuk gak dateng syuro’. Hemm, apa ya kira-kira alasan yang kuat. Sakit? Nggak mungkin. Ada agenda lain juga gak mungkin. Atau langsung gak dateng aja. Wowowo. Atau tiba-tiba sms staff untuk mewakili syuro’. Idih, enggak banget kayaknya.

Kemudian timbul gejolak pertentangan batin antara si baik dan si buruk. Si baik berkata “Ayo ukhti datang syuro’, 2 kali pertemuan anti memang belum berkesempatan datang karena ada agenda lain yang gak bisa ditinggalkan, sekarang kan memang sempat, ayo datanglah.” Dan si buruk tidak mau kalah “Hei mega, ngapain dateng syuro’, penting banget gak sih, paling juga gitu-gitu doang, lagipula mendung, mending tidur aja enak.”

Dan karena si buruk tidak ilmiah banget alasannya, maka sebagai alumni pengurus studi ilmiah mahasiswa, maka hati nurani saya membenarkan perkataan si baik yang lebih ilmiah, logis dan dapat dipertanggungjawabkan (lho?).

Ting !!!! (ada lampu menyala di atas kepala). Ingat ayat yang satu ini juga.

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”     (QS. At-Taubah [9] :41)

Bismillah. Akhirnya saya berangkat. Menikmati sepanjang perjalanan dari kost menuju gedung KM lantai 2 Fakultas MIPA. Hemmm, berjalan sambil merenung.

Perjalanan sudah sampai depan rektorat, eh ada teman sekelas saya si Ketty. Alhamdulillah ya, sesuatu banget dan saya diantarkan sampai ke Fakultas MIPA.

Nyampe di depan Fakultas MIPA masih celingak-celinguk. Soalnya undangan syuro’ jam 12.30 dan waktu itu sudah menunjukkan jam 13.07 saya pikir saya telat. Alhamdulillah, sesuatu juga. Ni mau naik ke lantai 2 KM lewat mana? Ada akhwat Fakultas MIPA angkatan 2008 lewat, entah saya benar-benar lupa siapa namanya. Dan dia menyapa saya. Kamipun bersalaman, cipika-cipiki, lalu saya bertanya sok kenal gitu, kalau mau ke KM gimana.

Singkat cerita udah mulai syuro’ ni. Tempatnya di ruang tengah. Ada sekretariat SKI (LDF-nya), DEMA, LPM. Karena yang dipakai adalah ruang tengah, jadinya siapapun orang bisa mengakses-nya. Ruang tengah tersebut dipasang hijab. Tapi pas bagian akhwat kan deket pintu dan sekretariat SKI, so, pas syuro’ pun diselingi iklan ikhwan-ikhwan SKI FMIPA yang bolak-balik, keluar masuk. Hadeh. Lain kali akhwatnya pindah yang jangan deket pintu dong.

Alhamdulillah keberjalanan syuro’ lancar, aman terkendali. Bertemu dengan saudara seiman dan seperjuangan memang memberikan spirit tersendiri. Bener banget dah tombo ati tuh yang “berkumpullah dengan orang-orang shalih”. Syuro Forkom DLK ini yang ikhwan dihadiri oleh Koordinator DLK Univ (A’Syafiul Umam), DLK Fakultas Teknik (A’Dwi Nur Rahmat), DLK Fakultas MIPA (A’ Toma), DLK Fakultas Hukum (A’Gatot) dan DLK Fakultas Ekonomi (A’Habib). Kalau yang akhwat ada Korwat DLK Univ (U’Ditya), DLK Fakutlas Teknik (U’Syarifah), DLK Fakultas MIPA (U’Tri Wulan), DLK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (U’Aprilia) dan DLK Fakultas Pertanian (saya).

Hehe. Pulang syuro’ dengan hati yang lebih tenang, lega dan riang karena bisa menang dalam peperangan mengalahkan niatan buruk. Ceile. Dan pas lagi jalan mau pulang, nyampe di depan Fakultas Pertanian ada kakak tingkat yang mau kedepan juga, walhasil diboncengin dah sampai boulevard depan. Alhamdulillah ya, sesuatu yang indah.

Hikmah yang bisa diambil adalah: kadangkala kita memang malas dan suka membuat pemakluman untuk diri kita sendiri. Tapi bersemangatlah dan berangkatlah dalam keadaan berat ataupun ringan karena sesungguhnya kita tidak tahu hadiah apa yang telah disediakan oleh Allah untuk kita. Seperti saya yang dimudahkan dengan adanya teman yang mengantar baik pas berangkat ataupun pas pulang. Itu semua rezeki, nikmat dan rahasia Allah yang kita tak bisa menebaknya. Dan Allah itu selalu keren banget (^_^)v.

Solo, 1 Oktober 2011

Rumah Mawaddah

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: