BALADA PENDADARAN


Tau gak pendadaran? Pendadaran alias ujian alias sidang skripsi. Awalnya saya dan teman-teman saya menganggap bahwa pendadaran adalah sesuatu hal yang mengerikan. Apalagi dengan nama lain sidang. Udah kayak tersangka aja.

Setelah seminar hasil penelitian tanggal 18 Oktober 2011 lalu, saya juga bersiap menghadapi pendadaran. Alhamdulillah setelah seminar hasil mendapat nikmat sakit dari Allah. Jadinya ngurus syarat-syarat pendadaran dengan sekuat tenaga dan sedikit memaksakan tenaga.

Bai de wei. Kali ini saya akan mencoba menguak sisi lain dari pendadaran. Biasanya kalau lagi ada mahasiswa yang pendadaran, pasti ada beberapa orang teman-nya yang nungguin di luar ruang sidang.

Waktu itu, Rabu 26 Oktober 2011, saya, diah dan mimid lagi duduk-duduk di depan kantor jurusan Agroteknologi. Lagi nungguin teman saya si Ketty yang lagi pendadaran. Dia pakai ruang Sidang Agroteknologi karena ruang Sidang Agronomi AC-nya lagi eror.

Saya, diah dan mimidpun ngobrol.

Diah : ayo coba tebak, ntar ekspresinya Ketty waktu keluar ruang sidang gimana?

Mimid: pasti dia bilang “Duh Gustiiiii….”

Saya: mungkin bilang “pekok cah…”

Diah, Mimid, saya: (Ketawa mbayangin ekspresi Ketty)

Trus tiba-tiba Mas Munawir (Bag. Administrasi Jurusan Agroteknologi) keluar dari kantor.

Diah: Mas Munawir, piye Ketty ning njero? (Mas Munawir, gimana Ketty di dalam?)

Mas Munawir: (sambil berjalan) Kae lagi semaput (Itu lagi pingsan)

Diah, Mimid, saya: hiyaaaaaa

Mas munawir trus masuk lagi ke kantornya. Beberapa saat kemudian keluar lagi.

Diah: Mas, Ketty wis tangi durung? (Mas, Ketty suadah bangun belum?)

Mas Munawir: Kae lagi dikipasi dosenne (Itu lagi dikipasin dosen-nya)

Diah, Mimid, saya: (berpandangan) mas Munawir ni ada-ada saja. Yang di luar panik gini, malah ngajakin becanda

Dan saya, diah dan mimid juga mbayangin yang enggak-enggak. Mbayangin tiba-tiba salah satu dosen penguji-nya Ketty keluar dari ruang sidang Agroteknologi dan nyamperin kami bertiga sambil berkata “Sudah tidak bisa tertolong lagi, kami sudah berusaha”. Dan kami bertiga menjawab “Berapapun biaya-nya akan kami bayar Pak, tolong selamatkan teman kami…..””””” wooooo, khayalan tingkat tinggi……

Dan akhirnya si Ketty keluar dari ruang sidang Agroteknologi. Eh, dia langsung jongkok dan bilang “Duh Gusti, aku entuk PR Rancob”. (Ya, Tuhan, aku dapat PR Rancob)…..

Hehe. Itu sih sedikit sisi lain dari pendadaran…. Kadang yang lagi pendadaran tegang. Tapi bisa saja yang nungguin pendadaran tambah lebih tegang. Maklum khawatir sama temen. Karena kita tahu kondisi teman kita dan bagaimana pembawaannya. Jadinya takut kalau teman kita gak kuat. Nyatanya, si Ketty bisa lho……

Solo, 14 November 2011

 

 

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: