Kenalan dengan Bunda Khadijah ra.


Belajar sirah shahabiyah yuk. Kadang kita terlupa atau enggan membaca sirah, termasuk saya (yiaaa). Harusnya sih kita perlu mempelajarinya. We are moslem gitu loh. Kebetulan saya punya Buku yang berjudul “35 Sirah Shahabiyah” karangan Mahmud Al-Mishri. Penerbitnya Al-I’Tishom. Berbicara tentang wanita-wanita perkasa, luar biasa pada zaman Rasulullah saw.yang pertama kali pasti kita semua juga tahu. Siapakah wanita mulia itu? Yup. Bunda Khadijah ra. Sebelum kita belajar lebih jauh tentang Bunda Khadijah ra. ini ada pengantarnya dulu. Saya ketik sesuai asli seperti di buku-nya. Ada beberapa paragraf yang saya potong, karena memang ada kalimat yang diulang-ulang. Insyaallah tidak mengurangi esensi untuk berkenalan dengan Bunda kita yang satu ini. Yuk. Cuzz.

 

Kita akan menjelajahi bintang pertama dari gugusan bintang kenabian. Kita akan berjumpa dengan simbol kesucian, kehormatan dan ketakwaan. Juga bersua dengan sekuntuk bunga yang menyebarkan aroma wewangian sehingga memenuhi atmosfer seluruh penjuru dunia dengan keharuman iman, pengorbanan, kedermawanan, dan pembelaan.

Kita akan menemuI orang yang pertama kali memeluk Islam dari golongan wanita. Orang pertama yang shalat bersama Rasulullah saw. Wanita pertama yang menganugerahkan keturunan bagi beliau. Wanita pertama yang mendapat jaminan masuk surga.

Dia adalah wanita yang berpikiran matang, cerdas, pandai menjaga kesucian, dan terpandang, sehingga sejak masa Jahiliyah orang-orang menyematkan gelar ATh-Thahirah (wanita yang suci) kepadanya.

Dia adalah tempat ketenangan bagi Nabi saw. Hidupnya dihabiskan untuk tetap mendukung dan membela beliau ketika menyampaikan dakwah. Dia tidak pernah ragu untuk menyiapkan segala bentuk sarana yang dapat menunjang kebahagiaan dan kesenangan beliau. Dia tetap setia mendampingi beliau saat menjalani masa-masa pahit, sehingga benar-benar pantas jika kemudian menerima ucapan salam dari Tuahnnya yang disampaikan dari tujuh lapis langit. Labih dari itu, dia menerima berita gembira akan mendapatkan rumah di dalam surge yang terbuat dari bambu dan mutiara tanpa terdengar bising maupun kelelahan.

Marilah, kita taburkan semerbak wewangian di dalam hati kita dengan menyelami perjalanan hidup ibunda kita, Khadijah ra. yang penuh berkah. 

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: