PENTING gak PENTING


Kemarin sore (30 Januari 2012) saya nonton berita di TV tentang demonstrasi mahasiswa. Awalnya iseng sms ke beberapa teman tentang pendapat saya mengenai demo tersebut. Ternyata balasan dari teman-teman beraneka ragam dan rupa-rupa warnanya. Jadi tergerak untuk sms ke yang lain. Walhasil inbox saya penuh dengan pendapat berbagai orang dari berbagai kalangan. Ada yang jawabannya serius, becanda, alay, bahkan ada yang gak nyambung dengan topik sms saya, misalnya malah nanya kabar saya, wow. Kalau ada rezeki sih niatnya pengen bikin “MEGA AWARDS” yaitu penghargaan untuk pendapat-pendapat yang sudah dikirim ke saya. Mungkin ada kategori ter-DAHSYAT, ter-ALAY, ter-GAK NYAMBUNG, ter-LUCU, ter-BAIK, ter-ANEH, ter-SEMANGAT, ter-NASIONALIS, dan ter-ter yang lain. Caranya gampang, pilih pendapat yang kamu sukai dengan mengirim nama si pendapat ke nomor hp saya. Balesan yang kamu dapet langsung dari HP aku loh. Yiaaaa. By the way dari semua orang yang saya sms ternyata banyak juga yang tidak membalas sms saya. Mungkin gak ada pulsa atau menganggap sms saya tidak penting, bahkan mungkin mereka bukan orang pendendam jadi tidak suka membalas, hehe. Dengan ini saya mohon ijin untuk menulis semua pendapat teman-teman. Dan mohon untuk tidak menghujat satu sama lain (ada kata-kata yang lebih halus gak sih T_T). Setiap orang memiliki pendapat sendiri sesuai dengan cara pandangnya. Okey. Saling menghargai pendapat satu sama lain ya. Jika ada yang kurang berkenan pendapatnya ditampilkan di sini bisa langsung menghubungi saya. Ternyata gempor juga memindahkan sms dari hp ke laptop, ngetiknya itu, hemmm. Yuk cap cuz apa komentar teman-teman kita seputar demonstrasi J.

SMS saya ke teman-teman adalah sebagai berikut:

Komentar saya yang sudah bukan Mahasiswa:

Barusan liat di tipi kalau Mahasiswa demo agar SBY-BOEDIONO turun, lokasi di Jakarta. Saya liat berbagai almamater, merah, kuning, hijau, biru. Menurut saya gak segampang itu kali ngurusi Negara Indonesia, ngurusin organisasi tingkat jurusan/ fakultas/ universitas aja susah… daripada demo mending berkarya, memperbaiki diri juga, kan kita generasi penerus to… hehe, penting gak sih komentar saya ini m^_^m

 

 

·         Lulus= apatis? (Akh Evan – Mantan Kabid KomPub IMMPERTI , 15:59)

·         Sayang di rumah saya TV nya gak bisa idup, jadi gak tau duduk permasalahannya. Biasanya kalau demo itu ada isunya, memang gak bisa asal demo, cuma lewat demo biasanya suatu kasus baru akan benar-benar menyita perhatian publik biar didengar suaranya, tapi kalau tuntutannya gak berdasar dan gak masuk akal itu baru namanya bikin onar (Rahma – Mantan Kabid Nisa’ SKI FT UNS, 16:06)

·         Mantap mbak…. Sepakat… tapi demo juga penting…. Karena mahasiswa yang bisa melakukan hal itu, ya itu sebagai teguran atas keputusan yang dianggap merugikan rakyat. He…. Doakan Budianto menggantikan Bpediono ya mbak….. wkwkwkwkwkwk (Budianto – Sekjend SIM UNS, 16:08)

·         Betul bulik. Talk less do more, tapi aku pernah komentar kayak gitu, sama mahasiswa pendemo diprotes bulik,. (Hasih – Mantan Kadiv LO SIM UNS, 16:08)

·         Sepakat gak segampang itu ngurusi Negara. Ngurusi organisasi aja kadang visi misinya gak tercapai pada 1 periode (Rahma – Sekbiro AAI FT UNS, 16:11)

·         Sepaket lah.. kurang suka juga, apalagi sampe merusak, mereka gak niru pegadaian, malah menyelesaikan masalah dengan masalah. Ga usah banyak berkata-kata, tapi mari kita tunjukkan dengan karya nyata. Kalo gak bisa memperbaiki Indonesia, ya kita perbaiki aja diri kita. Indonesia itu kan wadahnya, perasaan mah yang rusak isinya, jadi yuk kita perbaiki isinya, hee (Dhek Ahmad – Mantan Kabid Kaderisasi HIMAGROTEK UNSOED, 16:11)

·         Penting banget mbak. Apalagi ngurusi rumah tangga. Lebih susah kayaknya … hah (Bayu – Mantan Ketum FUSI FP UNS 16:18)

·         Betul bulik (Nisa – Staf Div Treasury SIM UNS, 16:22)

·         Saya sepakat jeng (Endah – Mantan Korwat Humas JN UKMI UNS, 16:28)

·         Penting kok, minimal menyadarkan saya bahwa ternyata saya masih mahasiswa. Waduh . Tapi benar juga. Saya sendiri melihat aksi demonstrasi seperti itu tak ubahnya hanya teriakan kosong. Tapi beruntunglah kita, minimal mereka punya keprihatinan terhadap bangsa. Kira-kira begitulah (Alfi  UNHAS– Korwil  V FKK HIMAGRI, 16:36)

·         Mantap sama mega kaya saya.. berkarya saja lebih baik daripada berdemo (Nunung – Alumni UnMuh Jember, 16:40)

·         Penting banget memperbaiki pandangan yang tak benar … Semangat mega (Ilham UMY, 16:47)

·         Penting juga. Tapi menurut saya sebagai calon sarjana Demonstrasi adalah obat  agar jalannya pemerintahan lebih sehat lagi. Kalau gak ada yang demo nantinya takut melenceng jauh (Iqbal UMY, Korwil III FKK HIMAGRI 16:49)

·         Denger kata demo jadi ingat terbunuhnya Usman bin Affan, berawal demonya orang-orang Khawarij. Demo>anarkis>pembunuhan. Islam mengajarkan nasehat, melarang demo (Selma UGM, Kadept Keilmiahan FKK HIMAGRI, 17:10)

·         Betul buk, saya sepakat dengan anti (Tatang, mantan Direktur SIM UNS, 17:16)

·         Lagi miris ya mbak liat mahasiswa yang taunya nuntut dan tidak tau diri. Iya memang benar apa yang mbak katakana. Toh pemerintah yang sekarang dulunya juga mahasiswa yang jago protes… (Rezal UNHAS, 17:19)

·         Penting gak penting sih, yang penting eksis (Achdiyat – Un Muh Jakarta, 17:23)

·         Itu koreksi buat yang pernah ikut demo tentang “kegagalan pemerintah” namanya juga “pemuda” yang punya energy dan semangat berlebih (Rochman – Mantan Ketum IMAGRO UGM, 17:30)

·         Sip. Emang gitu kok (Akh Evan, 17:33)

·         Ya penting amat. Gue juga berpikiran, kalau Negara ini baik maka harus diawali dari individu-individu, sekarang orang tidak ada lagi yang berpikir apa yang bisa disumbangkan kepada Negara, tetapi saling menghujat (Zam – UNASMAN Sulbar 18:02)

·         Hahahahahaha… Penting, tapi kurang memperjuangkan wong cilik (Firdauzi UnMuh Gresik, DPO Wil IV FKK HIMAGRI, 18:10)

·         Penting mbak, hehe. Emang bener kok, gak segampang itu. Mungkin demone haruse bukan nuntut presiden turun, tapi lebih memperbaiki kinerja atau gimana gitu (Amrih – Kadept Admin SIM UNS 18:31)

·         Penting gak penting (Woro – Mantan Kadiv HRD SIM UNS, 18:44)

·         Penting # ayo berkarya (Akh Rudi- Mantan Kepala Sekolah LPA Al Muhajirin, 19:17)

·         Pemikiran setelah lulus telah berubah menjadi realistis daripada ketika mahasiswa yang idealis (Akh Iwan- Mantan Kepala Sekolah LPA Al Muhajirin, 19:18)

·

·         Sepakat mbak mega. Hidup mbak mega!! Demo mahasiswa sekarang ada embel-embel uangnya mbak, sekali demo 50 ribu, lumayan buat nyambung hidup seminggu, hehe. Jadi tujuan dari demo sekarang bukan menyampaikan aspirasi tapi buat menyambung hidup, haha… (Ali – Mantan Ketum HIMADATA UB, 19:23)

·         Setuju banget mbak, lebih baik konkret bikin karya, pengabdian atau PKM. Pokoke yang bermanfaat buat orang lain (Agung – Ketum FORMAT FP UNS, 19:23)

·         Iya sepakat ukhti. Kadang mahasiswa lupa, mereka merasa serba bisa dan ingin merubah segalanya dengan cepat dan kadang berbuat anarki. Katanya memperjuangkan masyarakat, tapi buktinya dalam prosesnya membakar ban di jalan so mengganggu masyarakat umum (Akh Joko – Mantan Kepala Sekolah LPA Al Muhajirin , 19:23)

·         Cmngudddd mb meg J (Nunung – Mantan Kabid Nisa’ JN UKMI UNS, 19:26)

·         Super sekali bu mega. Sayapun hanya tersenyum melihat mereka. Hehe. Makanya saya di organisasi selalu menyarankan talk less do more dengan dasar asas manfaat,,, hehe (Niko – Mantan Ketum IMADATA INSTIPER, 19:31)

·         Setidaknya anda masih peduli (Rosyid – Mantan Mendagri BEM FP UNS, 19:31)

·         Sepakat mbak. Saya yang mahasiswa juga sepakat.. ^^ (Hastuti, – Sekdept DPPA BIRO AAI FP UNS 19:35)

·         Kalau mbak bilangnya ke orang ilmy maka jawabannya sepakat mbak, karena pola pikir yang dibangun ya seperti itu mbak, tapi ngomong sama anak bem yang ngurusi jalanan dan demo ma mereka bakal dijawab “loh itu kan emang pekerjaan kita, kalau gak gitu nganggur dong. Ya itu perspektifku (Rizkina, Kadiv Kaderisasi SIM UNS, 19:39)

·         Yuhuu, penting juga kok, kan semua punya perannya masing-masing dek . penyampaian kritik pemerintah itu kan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa aksi, tulisan, diskusi langsung dengan pejabat yang terkait dan kita juga harus punya peran sama-sama memberikan solusi yang terbaek kok. Mas merasakan jadi presiden Fakultas aja lumayan berat, kalau semua tuntutan mahasiswa  dan Ormawa dipenuhi semua sedangkan kapasitas dekanat juga terbatas ya jadi harus sama-sama cermat dan cari jalan keluar yang terbaik. Yaa gak dek ? (Mas Fajar – Mantan Presiden BEM FP UNS 19:40)

·         Boleh juga Ga, hehe. Demo itu perlu. Tapi untuk saat ini demo bukan jalan terbaik buat memperbaiki keadaan, hehe (Anang – Mantan Presiden BEM FT UNS, 19:40)

·         Wah, penting banget itu. Perlu di share di jejaring social, hehe. Setuju banget saya. Sependapat n sepakat. Hehe (Mas Yoga – Mantan Kabid Pengembangan Keilmiahan HIMAGRON FP UNS, 19:43)

·         Hehe. Bener banget. Kadang mahasiswa juga tidak pernah tau seperti apa kerja ngurus Negara. Saat mahasiswa dapat duit, hm pasti diem juga (Mas Aji – Mantan Ketum LPM FOLIA FP UNS)

·         Penting banget (Zakaria, Kabid Keilmiahan KSI FP UNS, 19:50)

·         No komen. Gak penting amat. Sono kaum tani nunggu kita (Adi – Alumni Univ. Khairun Ternate, 19:50)

·         98 mulai, yo (Yosep – Peternakan FP UNS, 19:50)

·         Sepakat dengan komen itu, kita perlu bukti nyata tapi kritikan juga perlu sebagai akselerasi pembangunan kea rah lebih baik kawan (Heru – Mantan Kadiv Humas SIM UNS, 19:56)

·         Hehehehehe. Kok baru sadar nduk (Mas Lazim – Mantan Ketum HIMAGRON FP UNS, 19:58)

·         Penting mbak, tapi menurut ane itu memang perlu, siapa lagi yang akan mendobrak pemerintah kalau bukan mahasiswa… (Timbul – INSTIPER, 20:23)

·         Komentar saya adalah dari dulu sampai sekarang saya emang gak terlalu suka n gak terlalu mudeng dengan tujuan dari aksi-aksi. Emang saya juga bukan orang yang aktif dalam bidang keilmuan, atau yang lain. Setidaknya berusaha untuk menjadi orang kampus yang baik (Radite – Alumni Sastra Cina UNS, 20:47)

·         Sepakat lah mbak, talk less do more aja. Tapi kadang sebagian dari rakyat harus ada yang rela koar-koar dulu untuk “caper” kalau gak gitu pemerintah gak peka. Digituin aja kadang juga masih gak respon. Hmmm, gimana ya cara menyampaikan aspirasi yang efektif? (Zulfa – Mantan kabid Nisa’ FUSI FP UNS,  20:48)

·         Yapsss. Absolutely correct. Banyak orang yang ingin mengubah dunia, tapi mereka lupa untuk merubah diri sendiri terlebih dahulu . waaah Mega, jadi pengamat aktivis mahasiswa ini ceritanya. (Ucok – Mantan Sekjen HIMAGHITA FP UNS, 20:50)

·         Tapi pada dasarnya kan itu juga buah pemikiran mahasiswa mbak. Mahasiswa kan juga bagian masyarakat, tapi bedanya dia punya input informasi lebih . jadi banyak pikiran yang keluar. Pasti ada parameter tertentu yang dianggap “sebenernya bisa lebih bagus lho” makanya disuarakan. Tapi yang jadi masalah banyak generasi sekarang kurang bisa memahami esensi demo itu sendiri, mereka nganggepnya itu kultur yang harus dilakukan mahasiswa. Tapi sebenarnya kan gak Cuma demo thok.. (Iswara – Ketum HIMAGHITA FP UNS, 20:52)

·         Sepakat. Tapi ku yo sepakat nek SBY turun J (Mas Woyo – Mantan Kabid Bendahara FUSI FP UNS, 21:06)

·         Sangat amat setuju sekali (Wawan – Univ. Padjajaran 21:13)

·         Mantep analisis dan pendapatnya bu mega (Merdian UNSOED – Sekjend FKK HIMAGRI,  04:21)

·         Haha!! Kayaknya mbak salah kirim sms deh. Saya udah lama pensiun mbak. Haha! Biasanya kelakuan kayak gitu tu banyak diderita mereka yang baru-baru. Tapi emang bener kok. Saya sepakat sama mbak pimsid. Membungkam penguasa itu dimulai dari membungkam faktor x di diri kita . *kutipan dosen* hihi (Janar  – Mantan Ketum HIMAGRO UNLAM, 05:59)

·         Menyalurkan aspirasi ada tuntunannya dari Rasulullah saw. Adab-adab dalam menyampaikan kritik dan saran juga ada, demo adalah anak dari demokrasi yang tidak ada dalam syari’at Islam. So, your comment is ok J (Mas Agus – Mantan Ketum HIMAGRON FP UNS 09:45)

·         Hehe, komentar boleh-boleh aja dung (Defi – Mantan Korwat Kaderisasi FUSI FP UNS, 10:29)

·         Penting dek. Demo itu gak ada gunanya. Lebih baik kalau pengen memperbaiki bangsa mulailah dari diri sendiri (Mb Cimut – Mantan Kabid Pengembangan Keilmiahan HIMAGRON FP UNS, 11:57)

·         Penting kok. Bener, tapi memang harus dibagi ada yang turun aksi juga. Hehe. Intinya memberikan kontribusi di bidangnya masing-masing. Nek bisane baru aksi ya aksi aja. (Mb Anitasari – Mantan Ketum DEMA FP UNS, 11:58)

·         Upload ajah di rumah maya (Mb Indah – Mantan Kabid Nisa’ BPPI FE UNS, 12:00)

·         Penting banget me, hehehe (Endang – Mantan Korwat LU FUSI FP UNS, 12:00)

·         Like this (Mb Nanda – Mantan Korwat LU FUSI FP UNS, 12:00)

·         Yups. Buang-buang waktu n tenaga. Ngambil salah satu tagline iklan “talkless do more” agak sedikit gak nyambung (Mb Tika – Bendahara LPA Al Muhajirin, 12:07)

·         Sip Meg, mantab (Firdaus – Kabid Pengembangan Keilmiahan HIMAGRON FP UNS, 12:30)

·         Super sekali ukhti mega (Santini – Mantan Kabid Nisa’ FUSI FP UNS, 12:30)

·         Aku ya setuju mbi dirimu me, hehehe (Irma – Bendahara HIMAGRON FP UNS, 12:31)

·         Penting dong. Dulu kan kita percaya Pak SBY dan Boediono untuk memimpin Negara ini, tapi kenapa pas terpilih selalu dipermasalahkan. Pemimpin yang membuat kesalahan itu wajar, asalkan bertanggung jawab dan memperbaiki diri , kita sebagai anak muda yang keren gini mestinya gak Cuma bisa protes aja kan, buktikan kita bisa membuat sesuatu yang bisa dibanggakan untuk negeri kita INDONESIA (Aprilia – Mantan Staf Bendahara HIMAGRON FP UNS, 12:36)

·         Yah betul itu. Untung biru muda gak ada. Yang sudah bukan mahasiswa inget dulu juga demo gak, hehe (Achmad – Mantan Kabid LU FUSI FP UNS, 12:43)

·         Ngapain komen dek… heee (Mb Een – Mantan Bendahara FUSI FP UNS, 12:50)

 

·         Setuja mb meg. Itu bukan cerminan seorang mahasiswa dan pemimpin bangsa. Bahaya kalau bangsa kita dipimpin oleh mereka. Bukan cerminan kaum intelektual (Diah – mantan staf Pengembangan Keilmiahan HIMAGRON FP UNS, 12:57)

 

 

 

 

3 Tanggapan

  1. daripada demo di jalan bikin cape mending demo masak aje di rumah ukhti mega trus setelah itu cap cus cinnnnnn… ngiling maning nggiling maning

  2. Kok namaku muncul di awal, knp pula disebutin amanahnya dulu,, hemm.. tw mw dipublish gini kan jawabannya harus serius🙂

  3. terlepas dari kontroversial antara efektif apa tidak, dulu aku menolak demo karena aku tau itu akan mengganggu pengguna jalan yang lain yang mungkin banyak dari mereka punya kegiatan yang lebih mulia. bukankah kita diajarkan untuk menyingkirkan duri dari jalan supaya tidak menggangu?

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: