TIPS dan SOLUSI untuk BEPERGIAN


Warning: Tulisan ini hanya untuk hiburan semata. Tidak dianjurkan menggunakan resep dokter.

Kalau anda hobi maen, jalan-jalan dan belanja, mungkin sering menemui kendala dalam perjalanan. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan dan telah saya tuliskan solusinya. Adegan ini dilakukan oleh ahli. Tidak untuk ditiru.

  1. Pastikan bensin sepeda motor teman anda telah diisi. Contoh kejadian : Saya lagi maen sama Dhian Nurma kami berhenti di daerah panggung (perlintasan kereta api stasiun Jebres), karena ada kereta api yang melintas. Setelah palang pintu terbuka, seperti biasa  para pengguna kendaraan langsung memacu tunggangannya masing-masing (kuda kaleeee). Dhian Nurma pun demikian, tapi begitu motor yang kami tunggangi melewati gundukan rel, tepatnya di depan pom bensin ledoksari , tiba-tiba motornya berhenti. Di belakang kami padahal banyak kendaraaan. Tanpa rasa berdosa Dhian Nurma menyuruh saya turun. Lah, kenapa ni anak. Saat saya bertanya,”Beib, kenapa berhenti? Kok aku disuruh turun.” Sambil nyengir si Dhian Nurma menjawab,”Afwan Beib, bensinku habis. Ini memamng kebiasaanku.” Solusi: Sedia botol bensin kemanapun anda pergi. Ingat jangan Cuma botolnya tapi juga isinya.
  2. Pastikan klakson sepeda motor teman anda berfungsi dengan benar dan totalitas. Contoh kejadian: Akhir Oktober tahun lalu saat touring Solo Klaten – Klaten Magelang, saya pertama kali itu dibonceng Dhian Nurma. Dan saat itu saya tahu bahwa klaksonnya ternyata gagap. Jadi bunyinya seperti ini “Tttttttttttttttttttttttttttteeeeeeet”. Nah lho, bahaya kan? By the way, ini bulan Februari tahun-nya udah ganti pula tapi klakson si Dhian Nurma masih sama saja. Solusi: Pinjem klakson tukang sayur atau penjual tempura. Jika tidak efektif bisa bawa kenthongan.
  3. Pastikan teman yang memboncengkan anda bukan orang yang “nggumunan”. Contoh kejadian: Bulan Januari saya dan Rahma Marsanti maen ke Wonogiri. Belum masuk daerah Wonogiri kota, Selogiri kalau gak salah. Lagi asyik-asyiknya diboncengin sambil memandang kanan kiri sawah yang hijau, angin semilir dan lagu kuch-kuch hota hai, tiba-tiba Rahma berkata pada saya, “Ukh, pemandangan-nya bagus, gak difoto?”. Eaaaaaa….. Atau kejadian ini: Saya dan Dhian Nurma melintas di jalan raya belakang Beteng Trade Centre. Di situ banyak pedangang kaki lima. Salah satunya ada warung HIK. Kami berdua kemudian sama-sama tertuju pada warung HIK yang berjudul “Sabar Menanti”. Si Dhian Nurma juga berkata pada saya , “Wah, harusnya difoto warung HIK-nya.” Solusi: Anda harus punya Camdig.
  4. Pastikan teman yang memboncengkan anda tidak ngantuk selama perjalanan. Contoh kejadian: Waktu perjalanan menuju Klaten, sampai di lampu merah di daerah Jogja, detikan di lampu merah tersebut masih menunjukkkan angka besar. Dhian Nurma yang memboncengkan saya kemudian menundukkan kepalanya pada stang motornya, ngantuk dia. Eh, tiba-tiba motornya jalan sendiri, nabrak motor Syaki yang sedang memboncengkan Radite (posisi motor mereka di depan motor kami). Wah, pengguna kendaraan bermotor yang saat itu juga berhenti di lampu merah bersama kami ikutan panik. Dhian Nurma terbangun dan berkata “Aku dimana? Aku siapa?”, hehehe. Bukan ding. Dhian bilang “Udah, insyaallah aku nggak ngantuk lagi.” Solusi: Pokoke yang mboncengin gak boleh ngantuk.
  5. Pastikan lokasi yang anda kunjungi ada di peta Negara Republik Indonesia. Pulang dari rumah Rahma Marsanti sekitar jam 5 sore, saya dan teman-teman terjebak. Gak bisa keluar dari desa tersebut. Muter-muter mengikuti perasaan. Tanya pada banyak orang dengan banyak jawaban. Akhirnya bingung. Baru bisa keluar dari desa-nya Rahma Marsanti tu jam 19.30an. Solusi: Suruh teman yang akan anda kunjungi membuat denah rumahnya dengan koordinat yang tepat. Atau pasang petunjuk arah sepanjang perjalanan menuju rumahnya. 
  6. Pastikan anda dan teman anda membawa cukup uang. Contoh kejadian : Saya dan Dhian Nurma lagi ke Book Fair. Kami dititipi buku “Mendidik Anak ala Rasulullah”. Pas nemu bukunya Dhian bertanya pada saya “Beib, aku nggak bawa uang cash, kamu ada nggak?.”        “ Engg…. Gak ada juga, hehe.” Perlahan Dhian Nurma meletakkan buku itu. Kami pun berlalu meninggalkan stan penerbit tesebut. Solusi: Bawa semua uang cash yang anda punya. Receh sekalipun. Kalau perlu celengan ayam dari tanah liat dibawa juga boleh.

 Oke. Selamat mencoba dan Salam Keren.

7 Tanggapan

  1. Shameful. Kenapa di setiap nomornya ada namaku? -_-

  2. Menghibur bgt dhek.. Ga nyangka ya mega orngnya lucu,kreatif,unik,antik dan menarik he he he…

  3. hehehe…salam keren pokok e lah mbakkkkkkkkkkkkkk…..uapik dan gokol…..

  4. ketawa sendiri baca ni..jadi inget jln2 ke magelang…sdh 3bln lamanya…ku tak menyentuh si biru lagi

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: