NUKILAN LELAKI HUJAN


Rabu, 6 Juli 2011

Tepat  satu minggu yang lalu aku terakhir bertemu dengan lelaki itu. Ketika mencoba memutar semua kejadian, rasanya seperti mimpi di negeri dongeng. Anggap saja aku Cinderella dan dia pangeranku.

Satu minggu yang lalu di Bogor…

Jam 08.50 WIB :  Aku masih di kamar, merapikan jilbab hijau tua yang sedang kupakai. Kudengar Bik Pon memanggilku dan memberitahu bahwa lelaki itu telah datang. Sekali lagi kupandang penampilanlu di cermin. Yup. Sepertinya sudah cukup. Aku beranjak turun dari kamar lantai dua. Menuju ruang tamu di lantai satu.

“Kok nggak sms dulu?,” tanyaku sambil memandangnya. Hemm, lagi-lagi dia berpenampilan seperti itu. Memakai jaket lembaga kampusnya. Sebenarnya tidak masalah. Hanya saja terasa kurang rapi.

“ Kan tadi udah bilang jam 8,” jawabnya sambil tersenyum.

“ Sekarang jam berapa?,” tanyaku lagi sambil melirik jam di hp sambil mencuri pandang melihat wajahnya yang teduh itu. Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Kalau dia sudah begitu aku tak bisa berkutik.

Akhirnya kami berdua ngobrol sebentar. Berbincang bagaimana dia bisa terkunci di kost pagi tadi, sehingga bisa menjadikan alasanku pada kakak sepupuku mengapa dia tidak mengantarku pulang, padahal kemarin sore kami pergi bersama. Malamnya aku menginap di rumah salah satu teman yang kebetulan juga tinggal di Bogor.

Aku beranjak pergi ke kamar mengambil tas. Kemudian aku dan dia berpamitan pada kakak sepupuku kalau kami mau jalan-jalan sebentar.

Baru berjalan beberapa langkah dari rumah, laki-laki itu berkata padaku. “Bentar ya, “ sambil mengoperasikan HP nya dan menghubungi seseorang. “Duh, sibuknya laki-laki ini,” kataku dalam hati, tapi hal inilah yang membuat dia sangat luar biasa dimataku. Diam-diam aku tersenyum kagum.

Dan aku mendengar Mbak Ayu (sepupuku) memanggilku, aku berbalik kembali ke rumah.

“Kalian bawa motor aja sekalian, nanti langsung ke Tajur, biar kalian ngobrolnya agak lama, “ kata Mbak Ayu.

“ Nggak usah Mbak, kami nggak jauh-jauh dari sini,  nggak keluar kompleks kok, ‘’ jawabku.

“ Oh, ya udah, “ kata Mbak Ayu.

Aku kembali berjalan menghampiri laki-laki itu.

“ Kenapa?,” ditanyain sama Mbak Ayu kenapa kita nggak gandengan tangan?,” tanya lelaki itu sambil nyengir.

“ Idih, enggak. Kita disuruh jalan pakai motor, katanya biar kita ngobrol agak lama, “ jawabku dengan agak menengadah. Ya, laki-laki yang sedang berjalan bersamaku ini memang jangkung dan gagah.

“ Terus?,” tanya lelaki itu lagi

“ Ya aku bilang kalau kita gak main jauh-jauh, “ kataku.

Keluar dari cluster perumahan…

“ Kita mau kemana?,” tanya dia

“ Nggak tau,” jawabku sekenanya, karena aku juga tidak tahu mau kemana.

“ Udah makan belum?,” tanyanya

“ Belum, ‘’ jawabku.

“ Makan aja, yuk,” katanya.

Aku tersenyum. Kasihan laki-laki ini saking sibuknya sampai tidak sempat makan. Kami berdua berjalan menuju komplek pedagang makanan di dekat kantor pemasaran perumahan dimana Mbak Ayu tinggal. Ada beberapa pilihan makanan, mie ayam, bakso, nasi goreng, soto mie, mie rebus, dan mie goreng. Pilihan kami jatuh pada soto mie.

Ya, hari itu adalah hari terakhir aku di Bogor untuk menghabiskan liburan semesterku. Aku menginap di rumah sepupuku, Mbak Ayu yang suaminya dapat penempatan kerja di kota tersebut.

Sebenarnya aku tidak berselera makan kalau pikiran lagi kemana-mana. Tapi mau tidak mau aku tetap harus mengisi perut. Kami berdua duduk berhadapan. Saat itu aku lebih suka melihatnya makan daripada menghabiskan satu mangkuk soto mie punyaku yang dari tadi hanya kuaduk-aduk. Aku gundah. Berkali-kali kulirik jam di hp-ku. Sebentar lagi keretaku akan menjadi labu dan aku harus berjauhan lagi dengan laki-laki ini.

Sumber Gambar Klik DISINI

BERSAMBUNG

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: