KEJUJURAN ITU


Saya sudah lupa tepatnya kapan kejadian ini terjadi. Yang jelas bulan April 2012. Saat itu seperti biasa saya mengajar anak-anak di TK B Al Jabar. Ceritanya saya dan anak-anak duduk mengitari meja. Tiba-tiba saya mencium suatu bau yang tidak sedap, cukup lama. Namun saya diam saja karena anak-anak juga tidak ada yang “ngeh”.
Kemudian Shafa yang ganteng mengacungkan tangannya dan berkata kepada saya, “Bu, saya ngaku kalau saya kentut.” Oh, ternyata Shafa kentut, pikir saya, jadi saya tidak salah dengan penciuman tadi. Karena begitu appreciate dengan kejujuran Shafa, maka saya berkata kepada anak-anak “Teman-teman Shafa sudah jujur hari ini.” Belum selesai saya berbicara kemudian Shafa berkata lagi kepada saya, “Bu, sebenarnya bukan saya yang kentut, tapi nggak apa-apa deh, daripada nggak ada yang mau ngaku, saya ngaku aja,”. Wew. Antara gubrak, terharu, dan gemes atas tingkah Shafa. Padahal bukan dia yang kentut, kenapa dia yang ngaku….
Dan perkataan Shafa tadi ternyata adalah sebuah “pancingan” kepada teman-temannya. Akhirnya Aulia angkat bicara dengan wajah polosnya ,”Saya yang kentut tadi Bu…..
Ya, Rabb…
Ada-ada saja anak-anak ini…
Shafa sudah mulai bisa berpikir dewasa dan kreatif, bagaimana memancing temannya agar mengatakan suatu kejujuran….

Satu Tanggapan

  1. Bulik, mampir. Wah adik2mu keren2 kie,

Kesanmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: